Tekanan tersebut turut menyeret saham-saham perbankan, meskipun secara fundamental kinerjanya dinilai masih relatif solid.
Dalam kondisi ini, investor disarankan mulai mencermati level teknikal krusial sebagai acuan pengambilan posisi.
“Strategi saat ini wait and see sambil menunggu sentimen global dan rupiah membaik. Fokus mencermati area support kuat sebagai pijakan awal jika terjadi rebound teknikal,” tulis BRI Danareksa.
Tekanan pada saham perbankan berkapitalisasi besar kian terlihat pada perdagangan terbaru.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat koreksi paling dalam yakni 5,84 persen ke Rp6.050 per unit.