Sebelumnya operasional tambang sempat dihentikan sementara sejak awal Desember 2025 oleh instansi terkait untuk audit lingkungan atas dugaan keterkaitan kegiatan pertambangan dengan bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera.
Tidak hanya ASII-UNTR yang membebani indeks.
Saham properti milik taipan Hermanto Tanoko, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), yang ambles 12,30 persen ikut menjadi laggard bersama raksasa tambang Grup Bakrie dan Grup Salim PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang turun 4,93 persen.
Demikian pula, saham properti milik Aguan dan Grup Salim PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) turut menekan IHSG, turun 4,37 persen ke Rp12.025 per unit.
Kemudian, trio saham Grup Barito milik Prajogo Pangestu juga menjadi beban. Sebut saja, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) turun 3,14 persen, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) 2,63 persen, dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) 2,57 persen.
Tidak ketinggalan, bank swasta milik Grup Djarum, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melorot 1,88 persen ke Rp7.850 per unit, menambah daftar saham laggard penekan indeks siang ini.