Saham ASII anjlok 11,34 persen ke Rp6.450 per unit, sedangkan UNTR menyentuh auto rejection bawah (ARB), merosot 14,93 persen ke posisi Rp27.200 per unit.
Jatuhnya saham ASII dan UNTR menyusul keputusan pemerintah mencabut izin tambang emas dan perak Martabe yang dikelola PT Agincourt Resources (PTAR).
Informasi saja, Agincourt merupakan unit usaha yang mengoperasikan Tambang Emas Martabe di Sumatera Utara dan selama ini menjadi pilar diversifikasi UNTR di luar batu bara, selain bisnis nikel.
Perusahaan ini memiliki 95 persen saham di PTAR dan 80 persen di PT Sumbawa Jutaraya (SJR).
Tambang Martabe beroperasi berdasarkan Kontrak Karya 30 tahun dengan pemerintah Indonesia, dengan produksi emas dan perak dimulai sejak 2012 dan cadangan bijih yang diproyeksikan menopang operasi sekitar 12-13 tahun lagi.