“Penurunan [IHSG] ini penting dicermati karena terjadi setelah IHSG sempat mencatat rekor tertinggi baru kemarin (terkait mencapai level 9.000),” tulis BRI Danareksa, Rabu (21/1).
Lebih lanjut, BRI Danareksa menilai pelemahan pasar tidak berdiri sendiri dan dipicu oleh beragam faktor.
“Jatuhnya IHSG bukan fenomena tunggal—ini seringkali merupakan akumulasi dari sejumlah sentimen global dan domestik. Yang mendorong investor melakukan rebalancing portofolio, profit taking, atau menarik modal keluar dari pasar saham Indonesia,” demikian penjelasan BRI Danareksa.
Sementara, bursa Asia bergerak beragam, dengan Shanghai Composite dan KOSPI Korea Selatan menguat masing-masing 0,23 persen dan 0,12 persen, sedangkan Nikkei Jepang turun 0,38 persen, serta ASX 200 Australia (-0,37 persen), STI Singapura (0,41 persen) tertekan.
Aksi jual di Wall Street semalam setelah retorika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang kian agresif terkait Greenland turut menekan sentimen risiko global.