Harga Minyak Tembus USD100
Menurut MNC Sekuritas, Jumat (11/9), tekanan terhadap pasar saham berasal dari meningkatnya ketegangan geopolitik yang mendorong harga minyak mentah menembus ke atas USD100 per barel.
Lonjakan harga minyak berpotensi meningkatkan tekanan fiskal sekaligus memperbesar kekhawatiran inflasi global. Di pasar valuta, rupiah juga melemah hingga Rp17.600 per USD.
Tekanan eksternal semakin kuat setelah data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat (AS) Agustus menunjukkan kenaikan 0,4 persen secara bulanan (month-on-month/MoM), sesuai konsensus.
Kenaikan terutama berasal dari komponen energi yang melonjak 4,2 persen secara bulanan. Investor kini mengalihkan perhatian ke data inflasi AS yang dirilis pada malam hari waktu setempat.
Meski inflasi inti melunak, probabilitas kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) meningkat menjadi 72 persen.