Kondisi tersebut mencerminkan kekhawatiran pasar bahwa inflasi headline masih tinggi, sementara pasar tenaga kerja AS belum cukup melemah.
Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun juga naik ke 4,95 persen, memperkuat kekhawatiran terhadap prospek suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama atau higher for longer.
Kombinasi kenaikan harga minyak, pelemahan rupiah, dan meningkatnya ekspektasi suku bunga AS tersebut kemudian menekan aset berisiko, termasuk saham-saham di Bursa Efek Indonesia.
Dari sisi teknikal, MNC Sekuritas menyebut IHSG masih berada dalam fase downtrend dan telah mencapai target koreksi di level 6.502.
"Cermati area koreksi berikutnya di 6.448," tulis MNC Sekuritas. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.