Mirae memperkirakan BI akan mengandalkan intervensi agresif di pasar valas serta pengelolaan likuiditas, sambil tetap menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Mirae Asset menilai rupiah dan IHSG masih rentan terhadap potensi arus keluar dana asing dalam jangka pendek.
Karena itu, pelaku pasar diminta mencermati implementasi kebijakan non-suku bunga Bank Indonesia sebagai faktor utama stabilisasi pasar keuangan domestik.
Berbeda, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,00 persen dalam RDG pada Rabu (19/5), seiring tekanan terhadap rupiah yang terus berlanjut.
Menurut BRI Danareksa, pelemahan rupiah yang mencetak rekor terendah baru dipicu kombinasi penguatan dolar AS, kenaikan yield US Treasury, serta lonjakan harga minyak dunia di atas USD100 per barel akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.