Sektor basic material memimpin pelemahan dengan koreksi 7,3 persen, diikuti sektor energi (-6,94 persen), sementara sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang mencatat kenaikan sebesar 0,55 persen.
Pelemahan ini melanjutkan koreksi tajam pada perdagangan Senin, ketika IHSG ditutup turun 1,85 persen setelah sempat anjlok hingga 4,38 persen secara intraday.
Di saat bersamaan, nilai tukar rupiah kembali menyentuh level terendah sepanjang masa di kisaran Rp17.728 per USD.
Pelaku pasar khawatir terhadap rumor pemerintah yang disebut tengah menyiapkan skema pengaturan ekspor komoditas strategis melalui satu badan khusus bentukan negara.
Komoditas yang dirumorkan masuk dalam skema tersebut meliputi batu bara, CPO, hingga mineral logam.