Phintraco menilai pidato tersebut menjadi perhatian karena untuk pertama kalinya kepala negara menyampaikan langsung dokumen KEM-PPKF di hadapan DPR, yang biasanya dipaparkan Menteri Keuangan.
Selain itu, investor juga mengantisipasi potensi kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5 persen guna meredam tekanan terhadap rupiah.
Sentimen lain yang turut membebani pasar adalah keputusan FTSE Russell yang kembali menunda full index re-ranking serta penambahan IPO baru hingga minimal September 2026. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.