IDXChannel - PT Indika Energy Tbk (INDY) buka suara terkait kabar bahwa perseroan berencana untuk menjual kepemilikan sahamnya di PT Kideco Jaya Agung.
Perseroan sebelumnya dilaporkan mempertimbangkan melakukan divestasi atas 91 persen sahamnya di Kideco dengan taksiran nilai USD1 miliar atau setara dengan Rp18 triliun.
"Sehubungan dengan pemberitaan media baru-baru ini mengenai portofolio investasi perseroan, perseroan tidak memberikan komentar atas rumor atau spekulasi pasar," kata Corporate Secretary PT Indika Energy Tbk, Adi Pramono, Jumat (17/7/2026).
Adi menegaskan perseroan tetap berkomitmen menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) dan mematuhi seluruh ketentuan pasar modal yang berlaku.
"Setiap informasi atau perkembangan yang bersifat material akan disampaikan kepada publik secara transparan melalui saluran resmi perusahaan, sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku," katanya.
Kideco merupakan anak usaha Indika Energy yang selama ini menjadi tulang punggung utama perseroan. Mengacu laporan keuangan per 31 Maret 2026, pendapatan Kideco mencapai USD377,4 juta, berkontribusi hingga 72,8 persen terhadap total pendapatan perseroan.
Selain pendapatan, bisnis batu bara tersebut menguntungkan di mana laba bersih Kideco pada periode yang sama mencapai USD42,4 juta. Laba bersih tersebut mengompensasi kerugian unit bisnis yang lain mengingat laba Indika Energy secara konsolidasi hanya USD7 juta.
Adi juga menolak berkomentar apabila Kideco benar-benar dijual, terutama terkait nasib potensi unit bisnis utama Indika Energy jika kabar divestasi tersebut terealisasi.
"Perusahaan tidak memberikan atas rumor atau spekulasi pasar," kata Adi.
Sebelumnya, Bloomberg menyebut, Indika Energy tengah mempertimbangkan penjualan PT Kideco Jaya Agung, anak usaha yang 91 persen sahamnya dimiliki oleh perseroan. Langkah ini sejalan dengan transformasi bisnis perseroan yang mulai meninggalkan batu bara.
Sumber Bloomberg mengatakan, manajemen tengah berdiskusi dengan penasihat keuangan tentang peluang divestasi KJA. Perseroan juga telah menghubungi sejumlah pembeli potensial aset batu bara tersebut. Nilai transaksi KJA diperkirakan mencapai USD1 miliar meski berdasarkan data terakhir, asetnya ditaksir sekitar USD639 juta.
Saham INDY terkoreksi sekitar 2,00 persen ke Rp2.450 pada awal sesi perdagangan pagi ini. Kendati demikian, harga sahamnya masih menguat 22 persen dalam sepekan terakhir.
(Rahmat Fiansyah)