"Segmen ini terbukti memiliki daya tahan yang baik dan mulai bertransformasi menjadi mesin pertumbuhan baru bagi COIN," katanya dalam keterngan resmi, Kamis (30/7/2026).
Berbeda dengan tren global, kinerja bisnis derivatif COIN justru tumbuh positif. Pendapatan dari segmen tersebut meningkat 6 persen secara kuartalan menjadi Rp12,1 miliar pada periode April-Juni 2026.
Ade mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan peningkatan minat terhadap produk derivatif aset kripto di Indonesia. Pada kuartal II-2026, transaksi derivatif berkontribusi 36,5 persen terhadap total pendapatan COIN.
"Pencapaian ini memperlihatkan perkembangan positif terhadap minat produk derivatif di Indonesia, yang berhasil tumbuh di saat tren global mengalami koreksi," ujarnya.
Dari sisi neraca, COIN mencatatkan aset lancar sebesar Rp366,6 miliar. Posisi tersebut membuat likuiditas perseroan mencapai sekitar 17 kali lipat dibandingkan total liabilitas.