Perseroan juga terus melakukan efisiensi dan deleveraging. Hingga akhir Juni 2026, total liabilitas berhasil ditekan 61 persen menjadi Rp21,1 miliar.
Selain itu, COIN telah merealisasikan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp49,99 miliar atau 24 persen dari total dana yang dihimpun sebesar Rp220,59 miliar.
Dana hasil IPO tersebut digunakan untuk memperkuat sistem dan infrastruktur anak usaha, yakni PT Central Finansial X (CFX) sebagai Bursa Aset Kripto dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) sebagai lembaga penyimpanan aset kripto yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Kami mengedepankan strategi yang prudent dan berlandaskan prinsip kehati-hatian dalam penggunaan dana hasil IPO, guna memastikan pemanfaatannya dilakukan secara efisien dan tepat sasaran," pungkasnya.
(Rahmat Fiansyah)