IDXChannel - Saham emiten tekstil dan garmen kompak melesat hingga masuk jajaran top gainers pada perdagangan Kamis (15/1/2026).
Sejumlah saham bahkan mencetak auto reject atas (ARA), seiring menguatnya sentimen pasar terhadap rencana pemerintah menyuntikkan dana hingga Rp100 triliun ke sektor industri padat karya tersebut.
Berdasarkan data Bursa, saham PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) memimpin penguatan dengan lonjakan 34,15 persen ke level Rp110 per saham. Di posisi kedua, saham PT Ever Shine Textile Tbk (ESTI) menguat 34,04 persen ke Rp189.
Penguatan signifikan juga terjadi pada saham PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) yang melonjak 31,62 persen ke Rp179. Sementara itu, saham PT Trisula International Tbk (TRIS) naik 23,53 persen ke Rp252, dan PT Indo-Rama Synthetics Tbk (INDR) menguat 21,15 persen ke Rp3.380.
Reli saham-saham tekstil ini tak lepas dari optimisme pasar terhadap langkah strategis pemerintah untuk menghidupkan kembali industri tekstil nasional.
Pemerintah berencana membentuk kembali Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor tekstil sebagai bagian dari roadmap penguatan industri padat karya.
"Bapak Presiden mengingatkan bahwa kita pernah memiliki BUMN tekstil dan ini akan dihidupkan kembali. Pendanaan sebesar USD6 miliar akan disiapkan oleh Danantara," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Kamis (15/1/2026).
Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemerintah telah menyiapkan skema penguatan permodalan yang akan didukung oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
BUMN tekstil yang akan dibentuk nantinya diharapkan mampu memperkuat rantai produksi dari hulu hingga hilir, sekaligus memperluas akses pasar ke berbagai negara.
Melalui integrasi produksi di bawah BUMN baru dan ekspansi pasar global, pemerintah optimistis nilai ekspor industri tekstil dapat menembus USD40 miliar dalam beberapa tahun ke depan.
(DESI ANGRIANI)