AALI
8900
ABBA
232
ABDA
6025
ABMM
4650
ACES
625
ACST
210
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
800
ADMF
8525
ADMG
168
ADRO
4050
AGAR
302
AGII
2520
AGRO
640
AGRO-R
0
AGRS
102
AHAP
109
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1605
AKRA
1400
AKSI
324
ALDO
705
ALKA
294
ALMI
380
ALTO
177
Market Watch
Last updated : 2022/09/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.91
-0.84%
-4.57
IHSG
7178.58
-0.56%
-40.32
LQ45
1025.63
-0.68%
-7.01
HSI
17933.27
-1.18%
-214.68
N225
0.00
-100%
-27313.13
NYSE
0.00
-100%
-14236.60
Kurs
HKD/IDR 1,912
USD/IDR 15,030
Emas
805,406 / gram

Inflasi AS Turun, Rupiah Menguat Rp14.765 per USD

MARKET NEWS
Advenia Elisabeth/MPI
Kamis, 11 Agustus 2022 18:50 WIB
Nilai tukar rupiah ditutup menguat 105 poin di level Rp 14.765 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini. 
Inflasi AS Turun, Rupiah Menguat Rp14.765 per USD
Inflasi AS Turun, Rupiah Menguat Rp14.765 per USD

IDXChannel -  Nilai tukar rupiah ditutup menguat 105 poin di level Rp 14.765 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini. 

Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan, salah satu faktor pemicu mata uang garuda ini menguat karena inflasi Amerika Serikat (AS) turun menjadi 8,5 persen di bulan Juli 2022. Namun, capaian inflasi ini masih mendekati level tertinggi selama beberapa dekade. 

"Laju kenaikan harga turun di AS pada Juli karena harga gas menurun. Hal ini menurunkan tingkat inflasi tahunan menjadi 8,5 persen, masih mendekati level tertinggi multi-dekade tetapi lebih rendah dari puncak 4 dekade yang dicapai pada Juni 2022 sebesar 9,1 persen," terang Ibrahim dalam rilis hariannya, Kamis (11/8/2022).

Lanjut dia mengatakan, meski angka inflasi AS pada bulan Juli masih tinggi, namun menunjukkan penurunan signifikan dari tingkat tahunan sebesar 9,1 persen yang tercatat di bulan Juni dan akan meningkatkan harapan bahwa inflasi akhirnya mencapai puncaknya di AS.

"Menurunnya inflasi di AS berdampak terhadap harga minyak mentah dunia. Saat ekonomi AS bergeliat, maka permintaan energi akan naik. Jadi wajar saja harga minyak ikut terungkit. Dan ini merupakan sinyal negatif terutama bagi Indonesia, karena harga bahan bakar minyak (BBM) akan ikut melonjak," papar Ibrahim. 

Kendati demikian, sambung Ibrahim, inflasi yang mulai melandai kembali memberikan sinyal bagi AS mulai melangkah melewati masa-masa sulit. Alhasil, kekhawatiran terjadinya resesi akan mulai berkurang sehingga permintaan energi akan mulai meningkat seiring dengan perbaikan kondisi tersebut.

Lebih lanjut dia memprediksi, untuk perdagangan besok, Jumat (12/8) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp 14.740-Rp 14.790.

(NDA) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD