AALI
10125
ABBA
232
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
272
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
1165
ADMF
0
ADMG
167
ADRO
1195
AGAR
410
AGII
1100
AGRO
900
AGRO-R
0
AGRS
595
AHAP
71
AIMS
480
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3220
AKSI
0
ALDO
890
ALKA
238
ALMI
240
ALTO
344
Market Watch
Last updated : 2021/05/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
28013.81
0%
0.00
N225
28608.59
0%
0.00
NYSE
16355.62
0%
0.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,195
Emas
838,803 / gram

Ini Strategi Nusantara Almazia Gunakan Dana Hasil IPO

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Rabu, 25 September 2019 14:00 WIB
Pasca resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (25/9), Nusantara Almazia menerangkan sejumlah strategi yang akan menggunakan dana hasil IPO.
Ini Strategi Nusantara Almazia Gunakan Dana Hasil IPO. (Foto: Ist)

IDXChannel – Pasca resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (25/9), PT Nusantara Almazia Tbk menerangkan sejumlah strategi yang akan menggunakan dana hasil Initial Public Offering (IPO).

Dikatakan Komisaris Utama PT Nusantara Almazia Tbk Ventje Rahardjo Soedigno, 40% dana yang didapat dari hasil IPO akan digunakan untuk melakukan akuisisi perusahaan lain dibidang yang sama. Diharapkan dengan aksi korporasi tersebut mampu meningkatkan pendapatan. Ditambahkan Ventje, sisa dana akan digunakan untuk modal kerja.

Sebagai informasi, perusahaan dengan kode emiten NZIA ini resmi mencatatkan saham perdana dengan melepas 461,53 juta saham atau sebanyak 21% dari saham ke publik. Saham NZIA dijual seharga Rp220 per saham dan diprediksi akan meraup dana segar dari IPO sebesar Rp100 miliar.

Dilihat dari sisi target, Ventje menjelaskan bahwa perusahaan tahun ini menargetkan penjualan rumah bersubsidi sebanyak 300 rumah. Meski tahun ini tersisa 3 bulan lagi, namun dirinya optimistis akan mencapai target tersebut.

“Karena sekarang sudah tercatat sampai 250-an itu di PT Serasi Inti Sejati tadi, begitu kita akuisisikan itu masuk ke kita targetnya, sehingga kita cukup optimis,” terang Ventje.

Ventje juga menyebutkan bahwa ada beberapa poin yang akan memengaruhi pencapaian targetnya, diantaranya adalah kondisi ekonomi politik Indonesia dan potensi permintaan dari buruh di Indonesia yang membutuhkan hunian atau perumahan.

“Kalo memang kondisi ekonomi politik sudah mulai tenang, terus kemudian memang ini adalah kebutuhan pokok, maka di sekitar kita juga semakin banyak buruh yang membutuhkan perumahan, jadi kalau melihat dari pertama 250 sudah masuk, kedepannya sepertinya enggak susah.” pungkasnya. (*)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD