“Emas didukung oleh pelemahan dolar AS yang berkelanjutan di tengah kekhawatiran tentang kondisi fiskal AS, serta perkembangan geopolitik terbaru di Timur Tengah,” kata Saxo Bank, dikutip MT Newswires, Rabu (21/5).
Indeks utama Wall Street turun dan imbal hasil obligasi pemerintah AS naik, seiring investor mencermati perdebatan penting mengenai rancangan undang-undang (RUU) pemotongan pajak Presiden Donald Trump yang memicu kekhawatiran terhadap membengkaknya utang negara.
“Kita saat ini berada dalam fase jeda di tengah kisaran antara titik tertinggi dan terendah terakhir, menanti sinyal dari kesepakatan perdagangan dan tarif selanjutnya,” ujar ahli strategi pasar senior di RJO Futures, Daniel Pavilonis.
Survei Reuters terhadap para ekonom menunjukkan, prospek ekonomi AS masih lemah, meskipun ketegangan dagang antara AS dan China sempat mereda untuk sementara.
Sementara itu, CNN International melaporkan pada Selasa, intelijen baru mengindikasikan Israel tengah bersiap untuk menyerang fasilitas nuklir Iran, meskipun pemerintahan Trump sedang melakukan pembicaraan dengan Iran terkait program pengayaan uraniumnya.