Kondisi tersebut meningkatkan risiko gangguan pasokan energi dari Timur Tengah semakin parah.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman terdekat ditutup melonjak 3,4 persen menjadi USD101,21 per barel, setelah sempat menyentuh level tertinggi USD101,58 per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melesat 3,25 persen menjadi USD96,05 per barel. Kedua harga acuan tersebut ditutup di level tertinggi sejak 22 Mei.
Sejak akhir Mei, harga minyak umumnya bergerak jauh di bawah ambang psikologis USD100 per barel karena pasar memperkirakan konflik berlangsung dengan intensitas rendah.
Optimisme meningkat setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan sementara untuk menghentikan serangan, meskipun kesepakatan damai permanen belum tercapai.