sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Intip Gerak Saham MEDC-RATU Cs saat Harga Minyak Brent Tembus USD100 per Barel

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
10/09/2026 09:31 WIB
Saham emiten minyak dan gas (migas) cenderung menguat pada Kamis (10/9/2026), seiring harga minyak mentah Brent kembali menembus level psikologis USD100.
Intip Gerak Saham MEDC-RATU Cs saat Harga Minyak Brent Tembus USD100 per Barel. (Foto: Magnific)
Intip Gerak Saham MEDC-RATU Cs saat Harga Minyak Brent Tembus USD100 per Barel. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Saham emiten minyak dan gas (migas) cenderung menguat pada Kamis (10/9/2026), seiring harga minyak mentah Brent kembali menembus level psikologis USD100 per barel di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.18 WIB, saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) memimpin kenaikan 2,37 persen ke Rp4.750 per unit, diikuti sang induk PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) yang naik 1,21 persen ke Rp835 per unit.

Demikian pula, saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) meningkat 0,68 persen, PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) naik 0,95 persen, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menguat 0,63 persen, dan PT Elnusa Tbk (ELSA) naik 0,67 persen.

Penguatan saham-saham tersebut terjadi setelah harga minyak mentah Brent menembus USD100 per barel pada Rabu (9/9), sekaligus mencatat level penutupan tertinggi sejak akhir Mei.

Kenaikan harga minyak terjadi setelah Iran dan Amerika Serikat (AS) menyerang kapal tanker dalam gelombang serangan terbesar terhadap pelayaran sejak perang dimulai.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko gangguan pasokan energi dari Timur Tengah semakin parah.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman terdekat ditutup melonjak 3,4 persen menjadi USD101,21 per barel, setelah sempat menyentuh level tertinggi USD101,58 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melesat 3,25 persen menjadi USD96,05 per barel. Kedua harga acuan tersebut ditutup di level tertinggi sejak 22 Mei.

Sejak akhir Mei, harga minyak umumnya bergerak jauh di bawah ambang psikologis USD100 per barel karena pasar memperkirakan konflik berlangsung dengan intensitas rendah.

Optimisme meningkat setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan sementara untuk menghentikan serangan, meskipun kesepakatan damai permanen belum tercapai.

Namun, kalkulasi tersebut mulai berubah setelah serangan kembali terjadi. Iran pada Rabu menyatakan telah menyerang 10 kapal di sekitar Selat Hormuz, sementara AS menenggelamkan lima kapal tanker minyak Iran.

Perkembangan ini menandai eskalasi tajam dalam perang yang telah berlangsung selama enam bulan.

“Pergerakan Brent menuju dan kembali menembus USD100 mencerminkan pasar yang semakin harus mengubah pandangannya mengenai berapa lama krisis Timur Tengah akan terus menekan pasokan dari kawasan tersebut,” kata Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank Ole Hansen, seperti dikutip Reuters.

Harga kontrak berjangka kini semakin mendekati kondisi di pasar minyak mentah dan bahan bakar fisik, di mana ketatnya pasokan telah terlihat sepanjang sebagian besar periode konflik.

Sejak perang Iran dimulai pada 28 Februari, harga Brent sempat melonjak hingga USD126,41 per barel pada 30 April. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement