Ia juga mengungkap bahwa Surono memiliki latar belakang akademik sebagai mantan dosen akuntansi di Universitas Tarumanagara (UNTAR).
Ketika ditanya apakah Surono menjadi salah satu inspiratornya dalam berinvestasi, Lo Kheng Hong menegaskan bahwa panutannya hanya satu tokoh investor dunia, yakni Warren Buffett.
“Inspirator saya hanya satu, Warren Buffett,” katanya.
Soal pendekatan investasi, LKH menjelaskan, portofolio Surono sebagian besar memang mengikuti prinsip value investing, meski tidak seluruhnya.
“Semua saham saya value, sedangkan beliau mayoritas value, tetapi tidak semuanya,” tutur pria yang dijuluki Warren Buffett Indonesia tersebut.
Sebagai informasi, value investing adalah strategi investasi dengan membeli saham yang dinilai lebih murah dari nilai wajarnya (undervalued) berdasarkan fundamental perusahaan.