Ia juga mengajar Dasar Akuntansi di AMIK Bina Nusantara (kini Universitas Bina Nusantara/Binus) pada periode 1986-1989.
Meski memiliki rekam jejak profesional yang panjang serta portofolio saham yang tersebar di berbagai sektor, jejak terbaru Surono Subekti di ruang publik relatif terbatas.
Informasi mengenai dirinya lebih banyak muncul secara sporadis di forum-forum diskusi investor, menjadikannya salah satu figur “investor senyap” di pasar saham Indonesia. (Aldo Fernando)