Meski demikian, investor masih perlu mewaspadai beberapa faktor yang dapat memengaruhi kinerja IHSG di sisa Semester II-2023 ini, kira-kira apa saja itu?
1. Ancaman The Fed Naikkan Suku Bunga
Meski inflasi AS sudah mulai melandai, namun angka yang dirilis belum memuaskan para pejabat the Fed. Bahkan, dalam sebuah pertemuan, Kepala the Fed Jerome Powell masih mengungkapkan tugas lembaganya untuk menurunkan inflasi dengan menaikkan suku bunga.
Hal ini sempat terjadi pada awal tahun, atau permulaan paruh pertama 2023, di mana the Fed masih rajin menaikkan suku bunganya. Saat ini, Suku Bunga The Fed berada di angka 5,50 persen yang diputuskan pada Juli lalu.
Pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oleh Powell memang cukup membuat jantung investor bergedup kencang. Tidak jarang pengaruh ini berdampak langsung terhadap pasar, terutama sektor perbankan dan keuangan.
Pengumuman ini sebelumnya telah memberikan dampak terhadap kinerja emas dunia. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, jatuh 7,20 dolar AS atau 0,37 persen menjadi 1.939,90 dolar AS per ounce