Padahal, emas dunia sempat menyentuh tertinggi sesi di 1.950,40 dolar AS dan terendah di 1.931,00 dolar AS.
2. Evergrande Bangkrut dan Melemahnya Ekonomi China
Raksasa properti asal China Evergrande resmi mengumumkan kebangkrutan usai mengalami gagal bayar setara Rp4.400 triliun. Kondisi ini langsung memukul sejumlah kinerja indeks di negara-negara kawasan Asia, bahkan AS.
Meski tak separah negara-negara lain, namun pukulan itu juga terasa bagi IHSG di mana indeks sempat mengalami penurunan cukup tipis, yakni 0,59% atau 40,63 poin pada penutupan perdagangan Jumat (18/8/2023) lalu.
Khusus di kawasan Asia, indeks Strait Times tercatat melemah 0,76%, Shanghai Composite turun 1%, Hang Seng ambles 2,05%, dan Nikkei 225 terkoreksi 0,55% pada Jumat (18/8) pukul 16.09 WIB.
Sedangkan pelemahan ekonomi China juga cukup menjadi pemberat bagi IHSG, di mana kondisi tersebut kerap kali membuat indeks terlempar dari level psikologis 6.900 pada beberapa pekan terakhir.
Itulah dua hal yang patut diwaspadai investor dalam menghadapi sisa Semester II-2023 ini.
(TYO)