Bahana menjelaskan, kedua perusahaan memiliki wilayah operasional yang saling melengkapi sehingga potensi tumpang tindih bisnis relatif terbatas.
IPCM selama ini lebih dominan di kawasan Indonesia barat, sedangkan Pelindo Marine Service memiliki kekuatan di wilayah tengah hingga timur Indonesia.
Dengan cakupan wilayah yang berbeda, merger dinilai dapat memperkuat jaringan layanan maritim nasional sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Di tengah prospek tersebut, Bahana Sekuritas memulai peliputan terhadap saham IPCM dengan rekomendasi beli. Broker itu menetapkan target harga saham IPCM di level Rp420 per unit.
Dari data pasar, pada penutupan Jumat (8/5/2026), saham IPCM diperdagangkan di level Rp328 per unit, terkoreksi 8,38 persen sejak awal 2026 (YtD).