Menurut Bernad, pencatatan saham PRDL diharapkan menjadi katalis positif bagi pengembangan pasar modal Indonesia. Kehadiran emiten baru berkualitas dinilainya dapat memperluas pilihan investasi bagi masyarakat dan investor institusi.
Tingginya permintaan ditambah target dana penawaran umum yang tidak terlalu besar membuat penjatahan untuk investor ritel sangat kecil. Pemesan di bawah Rp100 juta hanya memperoleh 100 saham atau 1 lot saja.
Sementara mereka yang memesan di atas Rp100 juta, memperoleh penjatahan efek 0,18 persen dari total pemesanan. Sebagai contoh, jika memesan Rp101 juta, maka saham yang didapat sekitar 16 lot.
Proline menerbitkan 522,9 juta di mana 497,9 juta ditawarkan kepada publik dan 25 juta diperuntukkan bagi program Employee Stock Allocation (ESA). Dengan harga final IPO Rp120, maka perseroan meraih dana penawaran umum Rp62,75 miliar.
Sebagian besar dana hasil IPO yakni 62 persen akan digunakan untuk melunasi sebagian utang bank. Sisanya dialokasikan untuk belanja modal dan kebutuhan modal kerja guna mendukung operasional.