sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

IPO PRDL Oversubscribed 709,9 Kali, Investor Ritel Raih Jatah 1 Lot Saham

Market news editor Rahmat Fiansyah
09/07/2026 07:45 WIB
PT Prodia Diagnostic Line Tbk atau Proline (PRDL) akan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (9/7/2026).
PT Prodia Diagnostic Line Tbk atau Proline (PRDL) akan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (9/7/2026). (Foto: Ist)
PT Prodia Diagnostic Line Tbk atau Proline (PRDL) akan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (9/7/2026). (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Prodia Diagnostic Line Tbk atau Proline (PRDL) menuntaskan proses penjatahan efek dan distribusi saham pada Rabu (8/7/2026). Hal tersebut menandai langkah berikutnya berupa pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (9/7/2026).

Sucor Sekuritas selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek tunggal menyatakan, permintaan atas saham IPO PRDL selama masa penawaran umum (offering) mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) 709,93 kali untuk penjatahan terpusat (pooling allotment). Terdapat 1.273.678 antrean pemesanan lewat sistem e-IPO.

Mengacu data BEI, oversubscription untuk seluruh penjatahan efek mencapai 142,87 kali dengan 803.414 SID berpartisipasi. Dari jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 522,9 juta saham, permintaan yang masuk sekitar 74,18 miliar saham.

Direktur Utama Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya mengatakan, tingginya permintaan pada IPO PRDL mencerminkan minat investor terhadap emiten yang memiliki fundamental usaha dan prospek pertumbuhan bisnis yang dinilai menjanjikan. 

"Antusiasme terhadap IPO PRDL menunjukkan minat investor terhadap perusahaan dengan fundamental yang solid masih sangat tinggi," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Menurut Bernad, pencatatan saham PRDL diharapkan menjadi katalis positif bagi pengembangan pasar modal Indonesia. Kehadiran emiten baru berkualitas dinilainya dapat memperluas pilihan investasi bagi masyarakat dan investor institusi.

Tingginya permintaan ditambah target dana penawaran umum yang tidak terlalu besar membuat penjatahan untuk investor ritel sangat kecil. Pemesan di bawah Rp100 juta hanya memperoleh 100 saham atau 1 lot saja.

Sementara mereka yang memesan di atas Rp100 juta, memperoleh penjatahan efek 0,18 persen dari total pemesanan. Sebagai contoh, jika memesan Rp101 juta, maka saham yang didapat sekitar 16 lot.

Proline menerbitkan 522,9 juta di mana 497,9 juta ditawarkan kepada publik dan 25 juta diperuntukkan bagi program Employee Stock Allocation (ESA). Dengan harga final IPO Rp120, maka perseroan meraih dana penawaran umum Rp62,75 miliar.

Sebagian besar dana hasil IPO yakni 62 persen akan digunakan untuk melunasi sebagian utang bank. Sisanya dialokasikan untuk belanja modal dan kebutuhan modal kerja guna mendukung operasional.

Direktur Utama PT Prodia Diagnostic Line Tbk, Cristina Sandjaja mengatakan, pencatatan saham perdana Proline menjadi tonggak penting bagi perusahaan untuk mempercepat pengembangan bisnis pada industri alat kesehatan nasional. 

"IPO ini merupakan milestone yang sangat penting bagi perjalanan bisnis Proline sekaligus membuktikan komitmen perusahaan menjadi bagian penting ekosistem layanan kesehatan di Indonesia," katanya.

Cristina optimistis dana hasil IPO akan memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung ekspansi usaha, yang diharapkan meningkatkan kontribusi PRDL terhadap pengembangan industri alat kesehatan nasional dalam jangka panjang.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement