Purwito menjelaskan, sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa perusahaan-perusahaan nikel asal China sangat agresif memperluas jejaknya di Indonesia, terutama untuk mengamankan pasokan bahan baku baterai kendaraan listrik (EV).
Dalam banyak kasus, akuisisi emiten lokal menjadi jalur tercepat untuk masuk ke proyek hilirisasi.
Di lain pihak, posisi ISAP dinilai Purwito memiliki profil yang menarik, dengan valuasi relatif kecil, basis manufaktur logam dan engineering yang relevan, serta fleksibilitas untuk dijadikan kendaraan ekspansi bisnis nikel.
Pelaku pasar menilai, mengakuisisi ISAP akan jauh lebih efisien dibanding membangun entitas baru dari nol, terutama bagi investor asing yang ingin segera masuk ke pasar modal Indonesia.
Jika disatukan, puzzle transformasi ISAP mulai terlihat jelas. Perusahaan ini dinilai tidak harus masuk sebagai penambang langsung, melainkan sebagai mitra engineering proyek smelter, penyedia komponen industri nikel, atau holding operasional hilirisasi.