AALI
9325
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
735
ACST
202
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
800
ADMF
8200
ADMG
176
ADRO
3150
AGAR
322
AGII
2250
AGRO
760
AGRO-R
0
AGRS
112
AHAP
106
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
157
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1165
AKSI
272
ALDO
755
ALKA
292
ALMI
302
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.49
1.15%
+6.13
IHSG
7133.45
0.57%
+40.18
LQ45
1016.36
1.05%
+10.57
HSI
19765.62
-1.37%
-275.24
N225
28868.91
-0.01%
-2.87
NYSE
15794.33
-0.06%
-10.05
Kurs
HKD/IDR 190
USD/IDR 14,725
Emas
843,472 / gram

Itama Ranoraya (IRRA) Bukukan Penghasilan Rp1,3 Triliun di 2021, Naik 134 Persen

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Rabu, 09 Februari 2022 08:06 WIB
Emiten bidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi, PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), membukukan total pendapatan Rp1,32 triliun (Unaudited).
Itama Ranoraya (IRRA) Bukukan Penghasilan Rp1,3 Triliun di 2021, Naik 134 Persen
Itama Ranoraya (IRRA) Bukukan Penghasilan Rp1,3 Triliun di 2021, Naik 134 Persen

IDXChannel - Emiten bidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi (HiTech Healthcare Solutions), PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), membukukan total pendapatan di sepanjang tahun 2021 sebesar Rp1,32 triliun (Unaudited).

Nilai tersebut mengalami kenaikan hingga 134 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY) sebesar Rp563,9 miliar. Kontribusi terbesar disumbang penjualan untuk segmen non-pemerintah dengan penjualan sebesar Rp663,8 miliar atau tumbuh 247% YoY.

Sementara penjualan untuk segmen pemerintah tumbuh 76% YoY atau menjadi Rp655,1 miliar. Dengan hasil tersebut, porsi penjualan non-pemerintah terhadap total pendapatan meningkat dari 34% di tahun 2020 menjadi 50,3% di tahun 2021.

Direktur Utama Itama Ranoraya, Heru Firdausi Syarif mengatakan, raihan pendapatan IRRA di sepanjang tahun 2021 diatas dari target pertumbuhan yang ditetapkan yaitu 80-100%. Keberhasilan tersebut merupakan keberhasilan kami dalam memperbesar pasar segmen non-pemerintah baik itu korporasi maupun ritel. 

"Porsi penjualan non-pemerintah menjadi paling besar yaitu 50,3%, padahal di tahun 2020 masih hanya sebesar 34% dan tahun 2019 dibawah 30%. Kami terus menambah jaringan distribusi kami menjadi 123 sub distributor di sepanjang tahun 2021 atau bertambah 111 sub distributor, alhasil terjadi peningkatan jumlah customer yang signifikan sebesar 140% menjadi sebanyak 1.137 customer,” ujar Heru dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (9/2/2022).

Distribusi pendapatan juga mengalami perbaikan, jika di tahun 2020 kuartal I dan kuartal II hanya berkontribusi 14% terhadap total pendapatan setahun. 

Pada tahun 2021, pendapatan kuartal I dan kuartal II sudah mencapai 43%. Perbaikan distribusi ini juga merupakan dampak dari kenaikan penjualan ke non-pemerintah. 

Berdasarkan produk, penjualan rapid test Covid di sepanjang tahun 2021 menyumbang 71% terhadap total pendapatan atau mencapai Rp939 miliar. Sebanyak 51% penjualan rapid test Covid berasal dari penjualan untuk non-pemerintah yaitu korporasi dan ritel, sisanya sebesar 49% berasal dari pemerintah. Sementara untuk penjualan produk Auto Disable Syringe (ADS) Oneject mencapai 11%, Abbott Reagent sebesar 10%, Mesin Aphresis (Blood & Cell Therapy) sebesar 3%. 

Selain ekspansi jaringan, Perseroan juga terus menambah portofolio produknya. Di tahun 2021, Perseroan memiliki produk baru seperti imunomodulator Avimax, Alat penyimpan Vaksin yang telah memiliki standar WHO milik Vestfrost perusahaan asal Swedia, Produk BD Bard milik Becton Dickinson yang merupakan balon pembuluh darah yang diperlukan untuk penyakit-penyakit yang mengalami penyumbatan darah, dan produk Rapid test non-Covid seperti Rapid test untuk menskrining penyakit menular lainnya seperti HIV, Sifilis, HBsag, HCV, Hepatitis, DBD, Salmonella, Malaria dan penyakit menular lainnya. Meskipun baru dipasarkan di semester II tahun ini, namun dari nilai penjualan Rapid Test Non-Covid sudah berkontribusi 4%. 

Direktur Pemasaran Itama Ranoraya, Hendry Herman menjelaskan dari beberapa produk baru perseroan di tahun ini, produk Rapid test non-Covid merupakan produk baru yang paling tinggi penjualannya. 

“Penerimaan pasar terhadap produk Rapid Test Non Covid sangat baik, dengan realisasi angka penjualan 5 juta unit di 6 bulan pertamanya membuat kami optimis menjadi penopang laju pertumbuhan kami di segmen produk diagnostic in vitro kedepannya", jelas Hendry. 

Perseroan akan semakin fokus untuk segmen non-pemerintah yang masih memiliki pasar yang sangat besar untuk produk alat kesehatan. Di segmen ini ada korporasi termasuk Rumah Sakit, Laboratorium, Klinik swasta, dan juga Retailer. 

“Terdapat lebih dari 1.400 Rumah Sakit Swasta saat ini dan lebih dari 1.200 laboratorium swasta dan Indonesia memiliki populasi yang besar dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, jadi kami optimis IRRA akan terus bertumbuh kedepan dengan terus menambah produk-produk dari prinsipal terkemuka serta ekspansi jaringan distribusi. Apalagi dengan transformasi bisnis ke depan, IRRA akan memiliki bisnis yang kuat, baik itu sebagai manufacturer maupun distribusi dan services”, tutup Heru. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD