Jakarta Besok PSBB, Catat Lima Poin Penting hingga Protokol Kesehatan Ketat

Market News
Fahmi Abidin
Minggu, 13 September 2020 17:45 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan penerapan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama dua pekan terhitung sejak Senin (14/9/2020).
Jakarta Besok PSBB, Catat Lima Poin Penting hingga Protokol Kesehatan Ketat. (Foto: Ist)

IDXChannel - Setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Kesehatan dan Kepala BNPB Doni Monardo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan secara resmi di Balai Kota Jakarta, Minggu (13/9/2020), menerapkan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama dua pekan terhitung sejak Senin (14/9/2020).

Keputusan tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2020 yang merevisi Pergub Nomor 33 Tahun 2020. "PSBB mulai berlaku 14 September 2020 selama 14 hari yang berbeda dibanding PSBB transisi sebelumnya," kata Anies.

Annies juga menegaskan bahwa protokol kesehatan akan diterapkan secara ketat dan akan dibantu oleh TNI, Polri, Satpol PP, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) DKI Jakarta dalam hal penertiban.

"Protokol kesehatan akan diitensifkan, penegakan disiplin akan dilakukan bersama oleh TNI-Polri, Satpol PP, beserta OPD yang sudah ditugaskan, dan kita akan intensifkan di 2 pekan ke depan," kata Anies dalam press conference yang disiarakan melalui akun YouTube Pemprov DKI.

Ditegaskan Anies, terdapat lima poin penting dalam PSBB tahap kedua yang akan dilaksanakan besok yakni soal pembatasan sosial, ekonomi, keagamaan, budaya, pendidikan, dan lain-lain.

"Kedua pembatasan mobilitas masyarakat, rencana isolasi terkendali, bantuan sosial untuk pemenuhan kebutuhan, dan penegakan sanksi," tambahnya.

Seperti sudah dikabarkan sebelumnya, keputusan Anies untuk menerapkan kembali PSBB di Jakarta karena melihat adanya lonjakan kasus positif dan meninggal secara harian di Jakarta, selama dua pekan teralhir. Dimana penambahan kasus tersebut turut menyumbang total pasien positif Covid-19. “Walaupun yang sembuh menyumbang 23 persen. Lalu kasus meninggal di 12 hari terakhir menyumbang 14 persen," imbuhnya. (*)

Baca Juga