IDXChannel - Publik pasar modal Indonesia kembali ramai membahas soal harga saham emiten dan nilai nominal saham yang dipatok sangat kecil antara Rp 1-10 per saham saat penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) yang disalahartikan sebagai harga riil dari perusahaan tersebut.
Beberapa emiten tercatat menetapkan nilai nominal kecil saat IPO di antaranya PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) Rp 1 per saham, PT WIR Asia Tbk. (WIRG) Rp 5, dan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) Rp 10.
Bahasan ini sempat ramai di awal tahun 2022 kemudian kembali digulirkan lagi di Desember ini oleh para netizen di media sosial.
Emiten consumer goods yang sudah lama IPO yakni PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) juga menetapkan nilai nominal Rp 2 per saham, begitu juga emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang nilai nominalnya juga rendah Rp 12,50.
Dengan demikian, antara nilai nominal dan harga saham terdapat selisih yang cukup besar. Per 2 Desember, selisih harga saham GOTO dan nilai nominal 132 kali (harga saham Rp132; nilai nominal Rp2), MLBI 919 kali (Rp9.200; Rp 10), BBCA 711 kali (Rp8.900: Rp 12,5), UNVR 2.354 kali (Rp4.710: Rp 2), dan WIRG 35 kali (Rp179: Rp 5).