Sekilas, nilai nominal memiliki makna yang sama dengan harga saham. Akan tetapi mengacu sejumlah literatur pasar modal, nilai nominal dan harga saham sangat berbeda.
Investopedia menjelaskan bahwa nilai nominal adalah nilai arbitrer (perkiraan) yang diberikan untuk tujuan neraca saat perusahaan menerbitkan modal saham. Sederhananya, nilai nominal adalah nilai yang tertera di lembaran surat saham yang besarnya ditentukan dalam anggaran dasar.
Di luar negeri biasanya bernilai terendah US$ 1 per saham. Nilai nominal ini juga berguna untuk menentukan harga saham dalam IPO. Contoh, sebuah perusahaan memperoleh otorisasi untuk mengumpulkan dana USD5 juta dan nilai nominal sahamnya USD 1 per saham, maka perusahaan itu bisa menerbitkan dan menjual hingga 5 juta saham.
Jadi, nilai nominal merupakan nilai yang dinyatakan per lembar saham dari perusahan sesuai dengan akta perusahaan. Nilai nominal bisa berbeda dengan harga saham (nilai pasar) karena harga saham dinilai dari kinerja perusahaan itu pada periode tertentu.
Pengamat pasar modal Fendi Susiyanto menegaskan banyak terjadi persepsi yang salah terkait dengan modal disetor yang dijadikan sebagai acuan investor dalam melakukan pembelian atau akuisisi suatu perusahaan.