Hari menjelaskan, pergerakan ini merupakan kombinasi antara sisa-sisa Santa Claus Rally dan dimulainya fase January Effect yang meningkatkan selera risiko (risk appetite) para pemodal.
Dalam sepekan ke depan (5-9 Januari 2026), pelaku pasar akan mencermati rilis data makroekonomi dalam negeri yang diprediksi tetap stabil, antara lain data neraca perdagangan, angka inflasi dan Indeks Keyakinan Konsumen (Consumer Confidence Index).
"Meski demikian, pergerakan IHSG tetap akan dipengaruhi oleh dinamika eksternal, terutama arah kebijakan global. Namun secara keseluruhan, peluang penguatan masih terbuka," ujar Hari.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan akan bergerak fluktuatif namun tetap dalam jalur bullish pada rentang 8.725 hingga 8.780. Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap potensi aksi ambil untung (profit taking).
"Meski demikian, manajemen risiko tetap perlu diperhatikan, mengingat dalam kondisi pasar yang cenderung bullish, potensi aksi profit taking tetap terbuka," tutur Hari.