Dengan pengalaman profesional hingga lebih dari 25 tahun di industri semen, yang menarik, profil Reni justru sebagian besar dibangun dengan berkarier di area operasi, yang didominasi oleh laki-laki.
Bahkan, terhitung menjabat sejak April 2023, Reni merupakan perempuan pertama yang dipercaya menjabat sebagai Direktur Operasi dalam sejarah manajerial SIG.
"Sejak hari pertama mengemban amanah sebagai Direktur Operasi SIG, kami menerapkan pendekatan Visible-Felt Leadership. Kehadiran pemimpin dan interaksi langsung di lapangan sangat penting, terutama di area operasi yang didominasi karyawan laki-laki," ujar Reni.
Sebagai bagian dari minoritas gender, Reni mengaku sama sekali tidak mengalami kendala terkait bias gender dalam menjalankan perubahan untuk mendukung kinerja operasi SIG.
Hal tersebut dalam pandangan Reni justru menjadi bukti yang menunjukkan bahwa kesetaraan gender di SIG bukan sekadar slogan, melainkan telah terimplementasi di seluruh lini.
"Peluang berkarier di sektor industri berat seperti semen menuntut kompetensi dan konsistensi tinggi. Ini harus dijawab bukan melalui argumentasi atau perdebatan untuk memperoleh perlakuan setara, tapi dengan menunjukkan bahwa kesetaraan gender mampu meningkatkan profitabilitas, inovasi, dan produktivitas melalui keberagaman perspektif," ujar Reni.