Sebagai 'orang dalam' yang mengalami langsung, Reni menilai bahwa SIG dan BUMN lainnya telah memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan dan laki-laki untuk berkembang.
Hal ini merupakan respons terhadap kebutuhan bisnis, di mana kesetaraan gender menjadi salah satu faktor pendorong peningkatan kinerja organisasi.
Pernyataan Reni tersebut dibenarkan oleh
Direktur Human Capital SIG, Hadi Setiadi, yang menyebut bahwa SIG memang memiliki kebijakan Fair Employment Opportunity Policy, yang menjamin kesempatan yang adil dan setara bagi seluruh karyawan tanpa terkecuali.
Kebijakan ini juga merupakan bentuk penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) serta dukungan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) di Indonesia.
“Kami memastikan tidak ada diskriminasi dalam proses rekrutmen maupun seleksi untuk posisi manajemen dan senior. Seluruh proses dilakukan secara transparan berdasarkan kompetensi dan kinerja, bukan faktor gender,” ujar Hadi.