Berdasarkan materi Public Expose Semester I-2026, pendapatan perseroan pada 2025 tumbuh 34 persen year-on-year (YoY) menjadi Rp5,76 triliun, dengan laba bersih melonjak 39 persen YoY menjadi Rp379 miliar dan EBITDA naik 18 persen YoY menjadi Rp1,67 triliun.
Tren ini berlanjut pada semester I-2026, dengan pendapatan Rp3,26 triliun (+17 persen YoY) dan laba bersih Rp215 miliar (+16 persen YoY).
Rasio Debt to Equity Ratio (DER) perseroan pun terus menurun ke level 2,3x, sementara skema kuasi reorganisasi untuk menghapus defisit akumulasi ekuitas telah disetujui pada tahun ini, membuka jalan bagi rencana aksi korporasi.
BWPT saat ini mengelola sekitar 84.000 hektare lahan sawit di Kalimantan, Papua, dan Sumatera, dengan 71 persen pabriknya telah mengantongi sertifikasi RSPO.
Lembaga pemeringkat Kredit Rating Indonesia (KRI) dan PEFINDO masing-masing memberi peringkat irA dan idA- dengan outlook stabil untuk perseroan.