Strategi tersebut turut tercermin pada peningkatan indikator operasional Perseroan. EBITDA tercatat naik 28,14 persen menjadi Rp102,3 miliar pada 2025. Sementara itu, Return on Equity (ROE) meningkat menjadi 26,82 persen dari 9,81 persen pada 2024.
Di sisi lain, rasio utang terhadap ekuitas atau Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan perbaikan dari 3,82 kali pada 2023 menjadi 2,79 kali pada 2025.
Menjelang penawaran umum perdana saham, sekitar 51,04 persen dana hasil IPO direncanakan untuk mendukung ekspansi kapasitas produksi melalui penyertaan modal kepada anak usaha, PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS). Dana tersebut akan difokuskan untuk pengembangan lini produk gummy candy yang dinilai memiliki peluang pertumbuhan dan potensi ekspor.
Manajemen menyebut Perseroan telah melakukan kajian terhadap sejumlah pasar internasional dan melihat peluang pengembangan pada kategori tersebut melalui produk dengan diferensiasi yang menyasar berbagai kelompok usia.
Sekadar informasi, Niramas Utama didirikan pada 1990 dan saat ini mengoperasikan empat fasilitas produksi yang berlokasi di Bekasi, Pontianak, Pandaan, dan Sukabumi. Perseroan memiliki lebih dari 115 SKU aktif yang didistribusikan melalui 251 titik distribusi di Indonesia dan telah mengekspor produknya ke lebih dari 30 negara.