sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Jelang Pergantian Direksi BEI, Purbaya Ungkap Kriteria Idamannya

Market news editor Anggie Ariesta
02/01/2026 13:00 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan kriteria tegas terkait sosok yang diharapkan memimpin Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode mendatang.
Jelang Pergantian Direksi BEI, Purbaya Ungkap Kriteria Idamannya. (Foto Anggie/IMG)
Jelang Pergantian Direksi BEI, Purbaya Ungkap Kriteria Idamannya. (Foto Anggie/IMG)

IDXChannel – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan kriteria tegas terkait sosok yang diharapkan memimpin Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode mendatang.

Sebba, seperti diketahui, masa jabatan jajaran Direksi BEI periode 2022-2026 akan segera berakhir di tahun ini.

Purbaya menuturkan, calon pucuk pimpinan bursa tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknis, tetapi juga integritas moral untuk menjaga integritas pasar modal Indonesia.

"Oh dia harus bisa kritik di pasar dan harus bisa mengembangkan base dari investor, ritel, dan institusi di sini. Dan yang paling penting adalah mereka punya komitmen kuat untuk membersihkan pasar dari para penggoreng saham yang kurang bertanggung jawab," ujarnya saat ditemui usai Pembukaan Perdagangan BEI, Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Menurut Purbaya, Direksi BEI yang baru harus mampu melakukan ekspansi jumlah investor secara luas, baik di segmen ritel maupun institusi, sekaligus memastikan ekosistem perdagangan berjalan secara adil dan transparan tanpa praktik manipulasi.

Berdasarkan ketentuan masa jabatan direksi bursa selama empat tahun, jajaran Direksi BEI periode 2022-2026 yang saat ini dipimpin oleh Iman Rachman akan segera mengakhiri masa tugasnya.

Sesuai dengan siklus organisasi, BEI dijadwalkan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Juni 2026. Agenda utama dalam RUPS tersebut adalah pengangkatan direksi baru untuk periode 2026-2030.

Proses pemilihan ini nantinya akan melibatkan penyaringan ketat melalui fit and proper test oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Kriteria yang disampaikan Menteri Keuangan ini diharapkan menjadi panduan bagi komite pemilihan dalam menjaring kandidat yang mampu membawa pasar modal Indonesia menuju target ambisius 'Top 10 Bursa Dunia'.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement