AALI
9900
ABBA
408
ABDA
0
ABMM
1575
ACES
1260
ACST
240
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1060
ADMF
7825
ADMG
199
ADRO
1935
AGAR
328
AGII
1495
AGRO
2240
AGRO-R
0
AGRS
187
AHAP
72
AIMS
432
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
4310
AKSI
398
ALDO
865
ALKA
238
ALMI
248
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/12/09 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.15
0.08%
+0.42
IHSG
6615.88
0.18%
+12.08
LQ45
945.85
0.03%
+0.26
HSI
24238.70
1.01%
+241.83
N225
28725.47
-0.47%
-135.15
NYSE
16899.92
0.28%
+46.35
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,345
Emas
823,698 / gram

Jelang Pertemuan OPEC+, Harga Minyak Dunia Turun hingga USD68,5 per Barel

MARKET NEWS
Tim IDXChannel
Rabu, 01 September 2021 09:15 WIB
Harga minyak turun pada perdagangan Selasa waktu setempat (31/8/2021).
Harga minyak turun pada perdagangan Selasa waktu setempat (31/8/2021).  (Foto: MNC Media)
Harga minyak turun pada perdagangan Selasa waktu setempat (31/8/2021). (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Harga minyak turun pada perdagangan Selasa waktu setempat(31/8/2021). Penurunan harga minyak tersebut terjadi saat investor menanti pertemuan negara-negara produsen minyak utama dunia.

Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober turun 71 sen dolar menjadi USD68,50 per barel pada perdagangan di New York Mercantile Exchange.

Sementara, minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober turun 42 sen, dan ditutup pada USD72,99 per barel di perdagangan London ICE Future Exchange.

Sementara itu, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, dikenal dengan sebutan OPEC+, dijadwalkan mengadakan pertemuan pada Rabu ini, membahas strategi produksi mereka.

Para pedagang di bursa minyak juga terus mengikuti laporan kerusakan akibat badai Ida di Gulf Coast Amerika Serikat.

Biro Keselamatan dan Penguatan Lingkungan AS pada Selasa, memperkirakan hampir 93,7% kegiatan produksi minyak dan sekitar 94,5% produksi gas alam di Teluk Meksiko saat ini dihentikan.

Sejauh ini, prospek penurunan minyak mentah dari kilang-kilang AS di saat badai Ida dan ekspansi produksi minyak OPEC+ tidak membebani harga," kata Analis Energi Commerzbank Research, Carsten Fritsch, dikutip dari Antara, Rabu (1/9/2021).

Dalam catatannya, dia menambahkan data cadangan yang akan segera keluar tentu saja akan dipengaruhi secara signifikan oleh badai tersebut.(TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD