AALI
9350
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
720
ACST
169
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1180
AKSI
270
ALDO
775
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.47
-0.12%
-0.62
IHSG
7086.24
-0.23%
-16.64
LQ45
1007.80
-0.09%
-0.91
HSI
19610.84
-1.96%
-392.60
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
0.00
-100%
-15305.80
Kurs
HKD/IDR 195
USD/IDR 14,872
Emas
856,617 / gram

‘Jeroan’ Indika Energy (INDY), Cuan Jumbo dari Batu Bara sampai Garap EV

MARKET NEWS
Melati Kristina - Riset
Selasa, 28 Juni 2022 16:05 WIB
Emiten batu bara PT Indika Energy Tbk (INDY) ikut terjun ke industri kendaraan listrik. INDY sendiri berhasil membalik rugi menjadi laba per kuartal I 2022.
‘Jeroan’ Indika Energy (INDY), Cuan Jumbo dari Batu Bara sampai Garap EV. (Foto: MNC Media)
‘Jeroan’ Indika Energy (INDY), Cuan Jumbo dari Batu Bara sampai Garap EV. (Foto: MNC Media)

IDX Channel – Kendaraan listrik (electric vehicle/EV) diprediksi tumbuh subur di Tanah Air. Menurut proyeksi Perusahaan Listrik Negara (PLN), di tahun 2022 mobil listrik akan bertumbuh menjadi 4 ribu unit. Angka tersebut diperkirakan terus tumbuh hingga 16 ribu unit pada 2025 serta 65 ribu unit di tahun 2030.

Sementara data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, penjualan mobil listrik per Januari-April 2022 mencapai 1.020 unit.

Peluang kendaraan listrik di Tanah Air sejurus dengan upaya pemerintah dalam mempersiapkan kebijakan mengenai industri ini. Adapun sejak tiga tahun lalu, pemerintah telah menerbitkan Perpres No.55/2019 yang mengatur tentang pengembangan industri otomotif berbasis baterai.

Adapun perpres tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan tersebut menjadi landasan bagi pelaku industri otomotif untuk mengembangkan kendaraan listrik.

Tak hanya itu, Indonesia juga memiliki potensi besar dalam menggarap industri baterai kendaraan listrik. Dengan sumber daya tambang yang melimpah, Indonesia punya peluang dalam memanfaatkan bahan baku baterai bagi kendaraan listrik.

Adapun berdasarkan data Kementerian BUMN, Indonesia kaya akan cadangan alumunium yang jumlahnya mencapai 1,2 miliar ton di tahun 2021. Sementara material industri baterai lainnya terdiri dari tembaga (51 juta ton), mangan (43 juta ton), serta nikel (21 juta ton).

Masuk sebagai emiten tambang batu bara, PT Indika Energy Tbk (INDY) turut menggarap sektor baterai kendaraan listrik. Emiten ini menandatangani MoU dengan PT Indonesia Battery Corporation (IBC), Hon Hai Precision Co. Ltd. (Foxconn), dan Gogoro Inc. untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik beserta industri pendukungnya.

Kolaborasi tersebut meliputi penjajakan investasi dari pembuatan baterai listrik meliputi sel baterai, modul baterai, dan baterai. Di samping itu, kerja sama ini turut mengembangkan industri kendaraan listrik baik roda empat maupun roda dua.

INDY juga mendirikan entitas usaha di segmen dealer motor listrik melalui anak usahanya PT Solusi Mobilitas Indonesia (SMI). Adapun anak usaha INDY juga menggandeng PT Electra Distribusi Indonesia (EDI) mendirikan perusahaan PT Electra Auto Indonesia (EAI) untuk tujuan dealership.

Didirikannya EAI merupakan wujud ekspansi usaha INDY dalam mengembangkan sektor kendaraan listrik roda dua di Tanah Air. Targetnya, EAI akan meluncurkan motor listrik pada kuartal III di tahun ini.

Saham INDY Naik Seiring Meningkatnya Kinerja Keuangan

Terjunnya INDY ke segmen kendaraan listrik dapat menjadi katalis positif bagi pergerakan sahamnya. Di awal tahun 2022, harga saham emiten batu bara ini terdongkrak ketika masuk dalam ekosistem kendaraan listrik bersama IBC, Foxconn, dan Gogoro.

Pada perdagangan 24 Januari 2022 lalu, saham emiten ini terkerek 24,92 persen ke level Rp1.980/saham. Sayangnya, tren tersebut hanya sesaat saja sebab saham INDY kembali terkoreksi pada 25 Januari 2022 menjadi Rp1.885/saham.

Meski demikian, performa saham INDY selama year to date (YTD) tergolong baik. Per Selasa (28/6) pada perdagangan saham sesi II, kinerja saham YTD emiten ini bertengger di angka 60,40 persen.

Kinerja Saham INDY Secara Year to Date 2022

Sumber: Google Finance

Baiknya kinerja saham INDY sepanjang tahun ini selaras dengan kinerja keuangan yang apik pada triwulan I-2022. Ditelisik dari laporan keuangannya, INDY berhasil membalik rugi menjadi laba (turnaround) di periode tersebut.

Adapun per triwulan I-2021, emiten ini membukukan rugi bersih sebesar Rp135,74 miliar. Akan tetapi, di triwulan pertama tahun ini, INDY berhasil turnaround menjadi Rp1,09 triliun.

Pendapatan bersih INDY pada triwulan I-2022 tumbuh sebesar 58,2 persen menjadi Rp12,05 triliun. Sementara penjualan batu bara menjadi sumber pendapatan terbesar emiten ini, yaitu mencapai Rp10,69 triliun atau meningkat sebesar 56,52 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Meski ditopang kinerja saham positif secara YTD, harga saham INDY selama sepekan terpantau memerah. Dilansir dari Bursa Efek Indonesia (BEI), performa harga saham INDY melemah mencapai minus 3,41 persen pada perdagangan sesi II, Selasa (28/6). (ADF)

Periset: Melati Kristina

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD