Sebelumnya, beredar kabar bahwa Haji Isam tengah bersiap mengambil alih sekitar 62 persen saham BYAN.
Rumor tersebut mencuat setelah sebuah media daring memberitakan pertemuan Haji Isam dengan pemegang saham pengendali Bayan Resources, Dato’ Low Tuck Kwong, serta pemilik Republik Korpora Indonesia (RKI) Norman Joesoef.
Ketiganya disebut terlihat melakukan peninjauan area operasional tambang BYAN di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Sabtu (15/8/2026).
Kabar ini kemudian memicu spekulasi di pasar mengingat rekam jejak Haji Isam yang cukup panjang di industri pertambangan batu bara.
Bisnis pertambangan Haji Isam bermula melalui Jhonlin Baratama, perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan batu bara. Dari bisnis tersebut, Jhonlin Group berkembang ke berbagai sektor usaha.