AALI
9800
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
785
ACES
1485
ACST
300
ACST-R
0
ADES
1685
ADHI
1105
ADMF
8175
ADMG
165
ADRO
1180
AGAR
436
AGII
1100
AGRO
995
AGRO-R
0
AGRS
308
AHAP
73
AIMS
366
AIMS-W
0
AISA
296
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
488
AKRA
3120
AKSI
800
ALDO
795
ALKA
244
ALMI
244
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/04/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
475.19
-1.04%
-5.00
IHSG
5993.24
-0.75%
-45.08
LQ45
892.79
-1.08%
-9.77
HSI
28621.92
-1.76%
-513.81
N225
28508.55
-2.03%
-591.83
NYSE
0.00
-100%
-16107.56
Kurs
HKD/IDR 1,867
USD/IDR 14,505
Emas
832,144 / gram

Joe Biden Jadi Presiden AS, Harga Nikel Bakal Meroket

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Rabu, 20 Januari 2021 23:15 WIB
Kebijakan Joe Biden untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan akan mendorong harga nikel hingga tembus USD 20 ribu per ton.
Joe Biden Jadi Presiden AS, Harga Nikel Bakal Meroket (FOTO: MNC Media)

IDXChannel – Salah satu program Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden ketika resmi memimpin nanti adalah meningkatkan penggunaan energi terbarukan, terutama di sektor transportasi seperti kendaraan listrik. Hal ini nantinya bakal berdampak terus meningkatnya harga nikel sebagai bahan baku pembuatan baterai.

Selama masa kepemimpinannya, Biden berencana mengalokasikan anggaran sebesar USD 2 triliun untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan secara signifikan pada sektor transportasi, listrik, dan bangunan. Biden juga menekankan pentingnya mengurangi emisi bahan bakar fosil secara signifikan.

Dikutip dari program 2nd Session Closing Market IDX Channel, Rabu (20/1/2021), Biden juga menargetkan sejumlah hal lainnya yakni seperti sektor listrik bebas emisi pada tahun 2035, dan meningkatkan empat juta bangunan selama empat tahun untuk memenuhi standard tertinggi efisiensi energi.

Kemudian, Biden juga menargetkan akan mengganti kendaraan pemerintah dengan kendaraan listrik, dan menargetkan Amerika Serikat dapat mencapai nol emisi sebelum tahun 2050. Kebijakan Biden ini diakui akan mendorong harga nikel hingga tembus USD 20 ribu per ton.

Adapun fokus pemerintahan Biden pada kendaraan listrik, berpotensi mengangkat permintaan nikel yang merupakan bahan baku pembuatan baterai pada kendaraan listrik.

Situasi ini diakui analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana, akan memberikan efek positif pada saham-saham pertambangan nikel.

"Saham-saham consumer goods juga bisa dicermati karena ada probabilitas naik dalam waktu dekat,” kata Herditya dalam program 2nd Session Closing Market IDX Channel, Rabu (20/1/2021).

Selain saham pertambangan nikel, Herditya juga melihat prospek positif pada saham barang konsumsi dan perbankan. Pasalnya, Biden juga akan mengeluarkan dana jumbo sebesar USD 1,9 triliun untuk program vaksinasi Covid-19 dan stimulus ekonomi.

Kondisi ini dinilai akan memberikan sentimen positif pada IHSG dan saham perbankan sebagai kontributor terbesar. IHSG dinilai akan menjadi yang pertama diburu para investor. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD