IDXChannel - Minggu ini menjadi salah satu pekan tersibuk dalam kalender ekonomi. Lima bank sentral besar akan menggelar pertemuan, yaitu Federal Reserve (The Fed), Bank of Japan, Bank of Canada, European Central Bank, dan Bank of England.
Blokade Selat Hormuz oleh AS dan Iran tetap menjadi isu utama. Kedua pihak tidak bersedia bertemu di Islamabad akhir pekan lalu. Harga minyak Brent ditutup di level USD105,33 per barel pada Jumat pekan lalu, hampir USD20 lebih tinggi dibandingkan titik terendah minggu sebelumnya.
Dengan dinamika tersebut, berikut adalah rilis utama yang paling mungkin memengaruhi pandangan investor minggu ini:
Lima bank sentral diperkirakan mempertahankan suku bunga pekan ini, sehingga kebijakan mereka berada di level yang kurang lebih sama sejak akhir 2025.
The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan (fed funds rate) tidak berubah di kisaran 3,50–3,75 persen di tengah kemungkinan risiko inflasi yang terkait dengan lonjakan harga minyak, serta menunggu konfirmasi ketua baru.
Ketua saat ini, Jerome Powell, kemungkinan akan mempertahankan nada yang hati-hati, dengan sinyal jeda lebih lanjut dalam pemotongan suku bunga menjelang akhir masa jabatannya pada 15 Mei.
Pernyataan para bank sentral lainnya juga akan dianalisis untuk melihat bagaimana mereka memandang guncangan harga minyak, perlambatan pertumbuhan, dan dampaknya terhadap inflasi.
Rilis pertumbuhan ekonomi AS kuartal I-2025, Rabu (29/4/2026) juga menjadi sorotan pekan ini. Produk Domestik Bruto (PDB) AS diperkirakan naik 1,2 persen menurut model GDPNow dari Atlanta Fed.
Selain itu, inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) yang akan diumumkan Kamis juga menjadi pembacaan awal yang penting tentang seberapa besar dampak lonjakan harga minyak mulai masuk ke indikator inflasi favorit The Fed.
Model Inflation Nowcasting dari Cleveland Fed memproyeksikan inflasi utama naik menjadi 3,39 persen (yoy) pada Maret.
Minggu ini juga menjadi salah satu periode tersibuk dalam musim laporan keuangan kuartal I, dipimpin oleh perusahaan teknologi berkapitalisasi besar. Microsoft, Amazon, Alphabet, dan Meta dijadwalkan melaporkan pada Rabu, diikuti Apple pada Kamis.
Laporan penting lainnya termasuk Eli Lilly, Visa, Mastercard, Coca-Cola, Chevron, Exxon Mobil, Merck, Amgen, Qualcomm, General Motors, Verizon, dan AbbVie.
(NIA DEVIYANA)