IDXChannel - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS), atau KS Group, baru saja mengumumkan hasil kinerjanya di sepanjang 2025 lalu, dengan membukukan volume penjualan baja sebesar 0,94 juta ton hingga akhir tahun.
Dari capaian itu, KS Group berhasil mengantongi pendapatan usaha sebesar USD959,8 juta, dengan porsi laba sebesar Rp5,7 triliun, atau berbalik dari posisi rugi RP2,4 triliun pada periode 2024 lalu.
Menurut Direktur Utama KRAS, Akbar Djohan, capaian kinerja positif tersebut menjadi bukti nyata bahwa pihaknya telah berhasil memperkuat fundamental Perseroan menjadi jauh lebih tangguh.
"(Capaian) Ini didasari oleh visi Perseroan, yang kami sebut sebagai 'Visi KRAS Reborn', yang terbukti berhasil menjadi fondasi kokoh, dan memperkuat daya saing serta ketahanan usaha KRAS ke depan," ujar Akbar, dalam keterangan resminya, Kamis (30/4/2026).
Hal ini disampaikan Akbar, usai Perseroan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di Jakarta, pada Rabu (29/4/2026) lalu. Agenda tersebut dinilai Akbar sangat penting guna menegaskan upaya transformasi Perseroan, demi mewujudkan kinerja bisnis yang solid, berkelanjutan dan adaptif.
Hingga akhir 2025, KRAS diketahui telah mencatatkan total aset sebesar USD2.765,8 juta, dengan posisi ekuitas yang menguat di angka USD725,5juta.
"Penyehatan finansial ini tidak lepas dari dukungan strategis shareholder melalui Danantara, termasuk Pinjaman Pemegang Saham (PPS) dan kesepakatan restrukturisasi lanjutan yang memperkuat likuiditas serta efisiensi operasional Perseroan," ujar Akbar.
Selain fokus dalam mencetak keuntungan, menurut Akbar, pihaknya sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga bertekad untuk terus memperkuat peran sebagai tulang punggung pembangunan nasional (Asta Cita).
Dalam hal ini, KRAS secara aktif menyuplai kebutuhan baja untuk berbagai proyek energi, infrastruktur strategis, hingga dukungan nyata terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan aksi tanggap bencana.
Ke depan, Akbar optimistis bahwa KRAS bakal mampu menjaga momentum pertumbuhan, dengan berfokus untuk senantiasa menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) sekaligus memperkokoh posisi industri baja Indonesia di pasar internasional.
(taufan sukma)