“Terlihat sepertinya pengumuman FTSE sudah priced in dengan IHSG saat ini, karena terlihat IHSG tidak merespons dengan ekstrem,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).
Ia menilai reaksi pasar yang relatif tenang ini mengindikasikan bahwa investor telah lebih dulu memperhitungkan implikasi kebijakan tersebut dalam harga saham.
Michael juga menyoroti pernyataan penting dari FTSE yang kerap luput dari perhatian.
“Jika kita perhatikan, ada pernyataan penting dari FTSE yang mengatakan bahwa ini bukan penilaian terhadap klasifikasi negara,” katanya.
Pernyataan tersebut, lanjut dia, memberi sinyal bahwa posisi Indonesia di mata FTSE tetap solid dari sisi fundamental. “Yang artinya FTSE menilai Indonesia masih strong secara size dan prospek,” imbuh Michael.