“Saat ini para investor bisa menunggu hasil dari diskusi intensif antara BEI, OJK, dengan MSCI,” kata Michael.
Namun, menurut dia, kondisi pasar yang masih berfluktuasi justru membuka ruang bagi strategi akumulasi saham secara selektif.
“Investor bisa memanfaatkan momentum ini untuk melakukan buy on weakness saham-saham favorit,” tambahnya.
Michael juga menyoroti sektor komoditas yang dinilai masih atraktif di tengah ketidakpastian global. “Metal dan emas, menjadi komoditas yang hot di tengah carut-marut global,” imbuh dia.
IHSG Reli di Tengah Kabar FTSE
IHSG justru melesat pada perdagangan Selasa (10/2/2026), melanjutkan reli sehari sebelumnya, meski pasar masih dibayangi kabar penundaan review indeks Indonesia oleh FTSE Russell.