AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Kasus Covid-19 Naik, Bank Sentral China Gencar Jaga Stabilitas Keuangan

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Kamis, 12 Agustus 2021 12:45 WIB
Bank Sentral China, akan menjaga kebijakan moneter yang tepat dan fleksibel untuk melindungi stabilitas keuangan pada tahun ini.
Kasus Covid-19 Naik, Bank Sentral China Gencar Jaga Stabilitas Keuangan (Ilustrasi)
Kasus Covid-19 Naik, Bank Sentral China Gencar Jaga Stabilitas Keuangan (Ilustrasi)

IDXChannel - Bank Sentral China, akan menjaga kebijakan moneter yang tepat dan fleksibel untuk melindungi stabilitas keuangan pada tahun ini. Langkah tersebut dilakukan akibat kembali meningkatnya kasus pandemi di sejumlah wilayah, serta pemulihan ekonomi yang tidak merata.

Sementara itu, dalam Laporan Implementasi Kebijakan Moneter Kuartal II, pihak PBOC juga akan menjaga likuiditas yang cukup dan meningkatkan dukungan untuk inovasi teknologi, perusahaan kecil, dan sektor manufaktur. Bahkan di lingkungan eksternal, peningkatan kasus Covid-19 secara global serta risiko dari perubahan kebijakan yang telah mempengaruhi aliran modal lintas batas di negeri tirai bambu ini.

Mengutip program 1st Session Closing Market IDX Channel, Kamis (12/8/2021), pemerintah setempat tengah mempercepat biaya pengeluaran untuk proyek-proyek infrastruktur yang didukung oleh bank sentral dengan langkah-langkah pelonggaran sederhana. Hal tersebut dikarenakan, risiko dari Covid Varian Delta dan bencana banjir yang diprediksi dapat mengancam perlambatan pemulihan ekonomi.

Adapun sejak 15 Juli lalu, Bank Sentral China telah memangkas rasio persyaratan cadangan untuk bank dengan melepas sekitar 1 triliun Yuan dalam likuiditas panjang. Dimana, rata-rata perkiraan suku bunga pinjaman korporasi tiongkok berada di level 4,58 persen pada bulan Juni, atau turun 0,4 poin secara tahunan. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD