AALI
9900
ABBA
292
ABDA
6550
ABMM
1400
ACES
1285
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
835
ADMF
7650
ADMG
184
ADRO
2300
AGAR
364
AGII
1405
AGRO
1265
AGRO-R
0
AGRS
160
AHAP
69
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1125
AKRA
800
AKSI
705
ALDO
1320
ALKA
318
ALMI
0
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.36
-1.04%
-5.36
IHSG
6674.86
-0.77%
-51.51
LQ45
950.23
-0.99%
-9.54
HSI
24697.39
-1.07%
-268.16
N225
27324.43
-0.72%
-197.83
NYSE
16397.34
-1.6%
-266.43
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
845,552 / gram

Kena Radar UMA, Berikut Penjelasan Century Textile (CNTX) 

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Rabu, 01 Desember 2021 14:03 WIB
PT Century Textile Industry Tbk (CNTX) beri penjelasan terkait sahamnya terkena radar UMA dari BEI.
Kena Radar UMA, Berikut Penjelasan Century Textile (CNTX) (Dok.MNC Media)
Kena Radar UMA, Berikut Penjelasan Century Textile (CNTX) (Dok.MNC Media)

IDXChannel - PT Century Textile Industry Tbk (CNTX) menanggapi peringatan dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perihal Unusual Market Activity (UMA). Sebelumnya CNTX dilaporkan mengalami kenaikan harga saham tidak wajar dalam beberapa hari terakhir perdagangan.

Direktur CNTX, Tomoaki Nakajima dalam keterbukaan informasi BEI menjelaskan bahwa Perseroan tidak mengetahui latar belakang aktivitas perdagangan di pasar sekunder.

"Tanggapan Manajemen Perseroan pada surat sebelumnya adalah dikarenakan Perseroan tidak mengetahui latar belakang aktivitas naik atau turunnya harga saham Perseroan di pasar sekunder. Pergerakan harga saham Perseroan yang terjadi adalah diluar kendali manajemen Perseroan dan merupakan mekanisme pasar," tulisnya, Rabu (1/12/2021).

CNTX mulai dari periode tahun 2016 sampai September 2021 Perseroan mengalami kerugian dan modal kerja negatif. Oleh karena itu saldo rugi sebesar USD 27,061,969.

Penyebab utama kerugian adalah tingginya persaingan dibidang textile, rendahnya permintaan pasar dari Amerika Serikat, Eropa dan Jepang, peningkatan harga bahan baku, persaingan dan perang dagang AS - China dan terakhir efek dahsyat pandemi COVID 19.

Pada 31 Maret 2021 Perseroan membukukan penjualan menurun sebesar USD 19,691 ribu atau 51,65%, dan rugi komprehensif Perseroan naik sebesar USD 3,119 ribu atau 149,70%. Selain itu aset Perseroan pada tanggal 31 Maret 2021 mengalami penurunan sebesar USD 7,288 ribu atau 16,60% dibandingkan dengan jumlah asset 31 Maret 2020.

Sementara dari sisi ekuitas pada 31 Maret 2021 tercatat sebesar USD 7,634 ribu, menurun sebesar USD 5,202 ribu atau 213,90% dibandingkan dengan ekuitas 31 Maret 2020.

Atas dasar kondisi kinerja Perseroan saat ini, maka manajemen Perseroan bermaksud meningkatkan volume produksi dari penjualan kain, dengan kualitas kain yang memiliki nilai tambah agar harga jual kain dapat meningkat dari harga jual saat ini.

Dengan pertimbangan kondisi keuangan Perseroan saat ini, diupayakan peningkatan efisiensi dari sisi beban baik biaya operasi maupun biaya administrasi.

Perseroan berencana untuk menggunakan fasilitas pinjaman dari perusahaan afiliasi yaitu TIN (Toray Industries Indonesia), besarnya jumlah fasilitas tersebut adalah USD 30 juta.

"Perseroan berharap dengan modal kerja yang didapatkan tersebut dapat mengatur kinerja keuangan dengan baik dan secara bertahap bisa melakukan pembayaran hutang bank, dan sejalan dengan itu dari sisi kinerja operasional Perseroan dapat meningkatkan perolehan laba bersih setiap tahunnya. Sehingga dengan laba yang diperoleh diharapkan dapat menutup kerugian perseroan," tutup Perseroan.
 
(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD