Penurunan beban provisi sebesar 28,7 persen turut memberikan kontribusi besar terhadap perbaikan kinerja. Hal ini mendorong laba operasional sebelum provisi (pre-provision operating profit/PPOP) tumbuh 4,8 persen menjadi Rp3,10 triliun.
Pada sisi penyaluran kredit, total kredit BNII tercatat sebesar Rp123,64 triliun, turun 3,1 persen secara tahunan seiring langkah penyeimbangan portofolio di segmen korporasi. Meski demikian, kredit ritel dan usaha kecil menengah (SME) tetap menunjukkan pertumbuhan positif sekitar 5 persen.
Total aset Maybank Indonesia tercatat sebesar Rp193,72 triliun pada akhir 2025. Dari sisi pendanaan, rasio dana murah atau current account saving account (CASA) meningkat menjadi 57,6 persen, mencerminkan struktur pendanaan yang semakin sehat.
Kualitas aset juga membaik, tercermin dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross sebesar 2,2 persen dan NPL net di level 1,3 persen. Sementara itu, permodalan bank tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 27,3 persen.
Di segmen syariah, Maybank Indonesia mencatatkan lonjakan laba sebelum pajak sebesar 104 persen menjadi Rp847 miliar. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pembiayaan yang meningkat di kisaran 8 persen hingga 13 persen pada berbagai segmen.
(Shifa Nurhaliza Putri)