AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20171.27
0.29%
+59.17
N225
26855.30
0.67%
+177.50
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Kinerja Positif, Laba Bersih Mitratel (MTEL) Capai Rp459 M di Kuartal I 2022

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Rabu, 11 Mei 2022 09:01 WIB
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel membukukan laba bersih sebesar Rp459 miliar pada kuartal I/2022.
Kinerja Positif, Laba Bersih Mitratel (MTEL) Capai Rp459 M di Kuartal I 2022 (Dok.MNC)
Kinerja Positif, Laba Bersih Mitratel (MTEL) Capai Rp459 M di Kuartal I 2022 (Dok.MNC)

IDXChannel - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel membukukan laba bersih sebesar Rp459 miliar pada kuartal I/2022.

Realisasi tersebut naik sekitar 34% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp343 miliar. 

Corporate Secretary MTEL dan Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama mengatakan marjin laba bersih juga meningkat, dari 22,3% pada kuartal I/2021 menjadi 24,6% pada kuartal I/2022.

"Pertumbuhan laba Perusahaan ditopang oleh meningkatnya pendapatan konsolidasi Mitratel sebanyak 21,5% yoy menjadi sebesar Rp1,87 triliun per Maret 2022. Dengan demikian, pendapatan Mitratel tumbuh sebesar 21,5%, dari Rp1,54 triliun pada posisi Maret 2021," kata Hendra dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (11/5/2022).

Lebih rinci, Hendra menyampaikan, pendapatan konsolidasi Mitratel pada periode tersebut berasal dari segmen Tower Owned sebesar Rp1,46 triliun, atau naik sebesar 24,4% yoy, dari periode sama tahun lalu sebesar Rp1,182 triliun.

“Pencapaian ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan sewa menara dan juga peningkatan kolokasi yang berkelanjutan, termasuk dari asset hasil akuisisi menara Telkomsel dan Telkom pada Agustus 2021 lalu,” terangnya.
 

Selain itu, pendapatan Mitratel dari segmen Tower-Related Business juga melambung sebesar 34,1% dari Rp170 miliar menjadi Rp229 miliar.

*Peningkatan di segmen ini akibat kejelian Perusahaan dalam memilih peluang-peluang yang lebih menguntungkan. Karena Mitratel terus menangkap peluang terkait menara dengan marjin yang lebih tinggi," ucapnya.
 
Sedangkan pendapatan perseroan di segmen Reseller turun 6% menjadi Rp176 miliar, dari sebelumnya Rp188 miliar. Hendra menerangkan hal ini dipicu oleh akuisisi tower reseller 798 menara dari Telkom pada Agustus 2021 yang memindahkan pendapatan reseller yang ada dari menara terkait ke pendapatan menara yang dimiliki.

Peningkatan kinerja Mitratel tergambar pada laba operasi yang meningkat sekitar 33% menjadi Rp814 miliar per Maret 2022, dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp612 miliar.

Selanjutnya, EBITDA Mitratel juga bertumbuh sebesar 28,8% yoy , dari Rp1,12 triliun per Maret 2021 menjadi Rp1,44 triliun pada Maret 2022. Ini diikuti oleh marjin EBITDA Perseroan sebesar 77,1% yang meningkat 4.4 basis poin dibandingkan tahun lalu 72,7%.

“Perkembangan atas EBITDA Mitratel tercermin pada peningkatan profitabilitas dengan efisiensi biaya pada kegiatan usaha,” katanya. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD