SSIA mencatat kas dan setara kas Rp1,42 triliun, turun 12 persen dibandingkan akhir 2024 yang sebesar Rp1,61 triliun. Penurunan ini imbas akuisisi lahan pada kuartal IV-2025 serta pembayaran renovasi hotel Paradisus by Melia Bali.
Utang berbunga juga meningkat 41 persen menjadi Rp2,19 triliun. Rasio utang terhadap ekuitas (gearing ratio) tercatat 27 persen.
"Memasuki 2026, perseroan memperkirakan penjualan lahan kawasan indsutri akan kembali normal dengan tetap mengedepankan pendekatan yang konservatif mengingat meningkatnya tensi geopolitik yang berpotensi menekan minat investasi global," katanya.
(Rahmat Fiansyah)