Analis menilai harga minyak masih berpotensi bergerak tinggi karena pasar terus memantau perkembangan hubungan AS-Iran yang kembali memanas.
Meski demikian, kenaikan harga diperkirakan tidak berlangsung dalam satu arah secara terus-menerus karena aksi ambil untung masih berpotensi terjadi.
Menurut analis Daily Forex, Robert Petrucci, minyak WTI terlihat akan mempertahankan level tinggi dalam beberapa hari ke depan. Namun, kata dia, pelaku pasar juga perlu mengingat bahwa harga minyak tidak selalu bergerak naik tanpa koreksi.
Dalam catatan Petrucci, disebutkan harga WTI sempat bertahan di sekitar USD105 per barel pada April lalu ketika ancaman geopolitik memuncak.
Bahkan, harga pernah menyentuh area USD112 per barel pada Maret akibat kekhawatiran pasar terhadap situasi yang belum pasti.